Blogger Template by Blogcrowds

Teori Ekpektansi

Orang-orang termotivasi untuk berprilaku dengan cara-cara menimbulkan kombinasi-kombinasi hasil-hasil yang diekpektansikan yang didalamnya ada prinsip hedonisme.

Teori ekpektansi Victor Vroom (1964)
: kekuatan motivasi tergantung pada ekpektansi (keyakinan sendiri untuk melakukan sesuatu) sesorang dengan konsep pokok ekpektansi (apakah kiranya saya dapat mencapai tingkat kinerja tugas yang diinginkan), instrumentalis (hasil kerja apakah akan saya peroleh sebagai hasil kinerja saja) dan valensi (bagaimankah penilaian saya tentag hasil-hasil kerja) dengan membuat persamaan bahwa motivasi merupakan hasil dari ekpektansi kali instrumentalitas kali valensi.

Teori ekpektansi memprediksi bahwa motivasi untuk bekerja keras untuk kenaikan upah akan rendah apabila :
  • Ekpektansi rendah-seseorang merasa bahwa ia tidak mampu mencapai tingkat kenerja yang diperlukan.
  • Instrumentalis rendah-orang yang bersangkutan tidak yakin bahwa sutau tingkat kinerja tugas akan menyebabkan kenaikan dalam imbalan
  • Valensi rendah-orang yang bersangkutan kurang menghargai kenaikan dalam imbalan
  • Setiap kombinasi dari ketiga macam kemungkinan, mungkin terjadi

Teori keadilan (Kreitner et.al., 1989) yang berpendapat orang-orang berupaya mendapatkan kelayakan dan keadilan dalam pertukaran-pertukaran sosial atau hubngan memberi dan menerima. Tendensi keadilan dan ketidakadilan :
  • Seorang individu akan berupaya untuk memaksimalisasi jumlah hasil positif yang diterima olehnya.
  • Orang-orang menolak untuk memperbesar masukan-masukan apabila hal tersebut memerlukan upaya atau biaya besar.
  • Orang menolak perubahan behavioral atau kognitif dalam masukan-masukan yang penting bagi konsep diri mereka atau harga diri mereka.
  • Daripada mengubah kognisi tentang diri sendiri seorang individu cenderung mengubah kognisi tentang perbandingan mengenai masukan dan hasil pihak lain.
  • Meninggalkan lapangan ahanya akan dilakukan apabila ketidak adilan hebat, tidak dapat diatas dengan metode lain.

TEORI MOTIVASI

Menurut Landy & Becker (1987) teori motivasi dikategorikan dalam 5 macam yaitu : teori kebutuhan (need theory), teori keadilan (equity theory), teori ekpektansi (expectancy theory) dan teori penetapan tujuan (goal-setting theory) ·

  • Teory Kebutuhan
Mungkin aman saja untuk mengatakan bahwa teory yang paling terkenal tentang motivasi adalah teori hirarki kebutuhan dari Abraham Maslow. Ia menghipotesa bahwa setiap orang melekat suatu hirarki kebutuhan yang terdiri dari :
  • Kebutuhan Fisiologis ( Physiological-need ) termasuk lapar, haus, tempat berteduh, kebutuhan seks, dan kebutuhan jasmaniah lainnya
  • Kebutuhan rasa aman ( Safety-need ) termasuk jaminan serta perlindungan terhadap gangguan emosi
  • Kebutuhan social ( Social-need ) rasa kasih sayang, termasuk rasa memiliki, rasa menerima, dan persahabatan
  • Kebutuhan penghargaan ( Estreem-need ) penghargaan internal, seperti harga diri, otonomi, keberhasilan, dan dua factor penghargaan eksternal, seperti status, pengakuan dan perhatian
  • Kebutuhan aktualisasi diri ( Self-actualization-need ) Dorongan untuk mewujudkan kemampuan seseorang, termasuk pertumbuhan, pemenuhan potensi, dan pemenuhan keinginan diri sendiri
Maslow membagi kelima tingkatan kebutuhan tersebut kedalam kebutuhan yang lebih tinggi dan kebutuhan yang lebih rendah. Kebutuhan fisiologis dan kebutuhan akan rasa aman disebut sebagai Lower order needs, dan social, penghargaan serta aktualisasi diri sebagai higher order – needs. Perbedaan atas kedua kelompok tersebut didasarkan atas suatu premis bahwa kelompok kebutuhan yang lebih tinggi akan terpenuhi sendiri (internally) sedangkan kelompok yang lebih rendah terutama terpenuhi secara eksternal (seperti, dengan gaji dalam bentuk uang, kontrak – kontrak, dan jabatan)
  • Teori Erg dari Clayton P. Alderifer (1972) yaitu terkenal dengan teori (ERG yaitu Existence needs=E, Relatedness needs = R dan Growth needs = G)

  • Teori kebutuhan mencapai prestasi dan McClelland (1940) motivasi berbeda-beda sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi

  • Teori Higiene motivator dari Frederick Herzberg (1959) Teory ini dikemukakan oleh seorang psikologi bernama Frederick Herzberg. Menurut pendapatnya keterkaitan seseorang dengan pekerjaannya adalah hal yang mendasar dan bahwa dengan melihat bagaimana sikapnya terhadap pekerjaan kita bisa menentukan dengan tepat apakah karyawan akan berhasil atau mengalami kegagalan? Herzberg menarik kesimpulan bahwa jawaban yang diberikan oleh orang – orang yang merasakan baiknya pekerjaan adalah lain dari jawaban orang – orang yang merasakan ketidakpuasan atas pekerjaannya dimana didalamnya ada motivator kerja dan ada faktor higiene dalam bekerja.

MOTIVASI

Motivasi sebagai “proses psikologikal yang yang menyebabkan timbulnya, diarahkannya dan terjadinya persistensi kegiatan sukarela yang diarahkan kearah tujuan tertentu” (Mitchell, 1982:81)

Motivasi sebagai “kesediaan untuk melaksanakan upaya tinggi untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi yang dikondisi oleh kemampuan upaya demikian untuk memenuhi kebutuhan individual tertentu” (Robbins et.al, 1999:50)

Motivasi adalah “hasil proses-proses yang bersifat internal atau eksternal bagi seorang individu yang menimbulkan sikap entusias dan persistensi untuk mengikuti arah tindakan tindakan tertentu” (Gray, 1984:69)

Motivasi adalah “sebagai proses mengarahkan dan ketekunan setiap individu dengan tingkat intensitas yang tinggi untuk meningkatkan suatu usaha dalam mencapai tujuan“ (Stephen P Robbins)

Fungsi pundamental ketiga dari fungsi manajerial adalah menggerakan orang untuk melaksanakan aktifitas organisasi sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Salah satu masalah yang berlanjut dan membingungkan yang dihadapi para manajer adalah “ mengapa beberapa karyawan berkerja lebih baik dari karyawan lainnya ? “. Beberapa variabel penting dan menarik telah digunakan untuk menjelaskan perbedaan prestasi dikalangan karyawan misalnya : Variabel seperti kemungkinan, naluri, tingkat aspirasi, factor – factor pribadi seperti umur, pendidikan, dan latar belakang keluarga menerangkan mengapa beberapa karyawan berprestasi dengan baik dan yang lain tidak.

Menggerakan jelas membutuhkan adanya kematangan pribadi dan pemahaman terhadap karakter manusia yang memiliki kecenderungan berbeda dan dinamis, sehingga membutuhkan adanya sinkronisasi. Sehingga bisa dikatakan fungsi actuating jauh lebih rumit oleh karena harus berhadapan langsung sehingga fungsi leadershif begitu kentara sekali dibutuhkan sekalipun semuanya melalui proses planning dan pengorganisasian terlebih dulu.

Premis yang begitu fenomenal diungkapkan Doghlas McGregor bahwa seorang karyawan selalu diasumsikan negatif dan positif :

Menurut teori X keempat asumsi yang dipegang oleh para manager adalah :
  • Sudah menjadi pembawaan para karyawan untuk tidak menyukai pekerjaan, dan bilamana mungkin mereka akan menghidarinya
  • Disebabkan para karyawan tidak menyukai pekerjaan maka mereka harus dipaksa, diawasi, atau diancam dengan hukuman agar tujuan bisa tercapai
  • Para karyawan akan menghindari tanggung jawab yang bilamana mungkin akan mencari jalan untuk melepaskannya
  • Kebanyakan karyawan akan menempatkan factor jaminan kerja diatas semua factor lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan dan akan sedikit sekali menonjolkan ambisi
Sebagai kebalikan dari pandangan negative tentang perilaku karyawan tersebut Doghlas McGregor pun mengemukakan keempat asumsi positif yang disebabkan oleh factor Y yaitu :
  • Karyawan bisa memandang pekerjaan sebagai suatu yang alami seperti sedang santai dan bermain – main
  • Orang mampu menjaga arah sendiri ataupun mengendalikan diri sendiri bilamana mereka setuju dengan apa yang menjadi tujuan
  • Umumnya orang mampu belajar untuk bisa menerima, bahkan berusaha untuk bertanggung jawab
  • Kemampuan untuk mengambil keputusan yang sifatnya inovatif tersebar luas dimasyarakat dan tidak hanya dibagian – bagian dimana manajemen berkedudukan

Perencanaan (Planning) ialah fungsi manajemen yang harus bisa menjawab rumus SWIH. WHAT (apa) yang akan dilakukan, WHY (mengapa) harus melakukan apa, WHEN (kapan) melakukan apa, WHERE (dimana) melakukan apa, WHO (siapa) yang melakukan apa, HOW (bagaimana) cara melakukan apa.

Pengorganisasian (Organizing) ialah fungsi manajemen yang berhubungan dengan pembagian tugas. Siapa mengerjakan apa dan siapa bertanggung jawab pada siapa.

Penggerakkan (Actuating) yaitu fungsi manajemen yang berhubungan dengan bagaimana cara menggerakkan kerabat kerja (bawahan) agar bekerja dengan penuh kesadaran tanpa paksaan.

Pengawasan (Controlling) disebut juga fungsi pengendalian. Suatu proses untuk mengukur atau membandingkan antara perencanaan yang telah dibuat dengan pelaksanaan. Dengan adanya pengawasan ini, diharapkan jangan sampai terjadi kesalahan atau penyimpangan. Disamping itu,

Forecasting (Peramalan) sering dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Forecasting ialah kegiatan meramalkan, memproyeksikan atau mengadakan taksiran terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rencana yang lebih pasti dapat dilakukan.

Fungsi Manajemen

Dalam Manajemen terdapat fungsi-fungsi manajemen yang terkait erat di dalamnya. Pada umumnya ada empat (4) fungsi manajemen yang banyak dikenal masyarakat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pengarahan (directing) dan fungsi pengendalian (controlling). Untuk fungsi pengorganisasian terdapat pula fungsi staffing (pembentukan staf). Para manajer dalam organisasi perusahaan bisnis diharapkan mampu menguasai semua fungsi manajemen yang ada untuk mendapatkan hasil manajemen yang maksimal.

Pengertian Fungsi Manajemen itu sendiri ialah berbagai jenis tugas atau kegiatan manajemen yang mempunyai peranan khas dan bersifat saling menunjang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Selain fungsi manajemen pada umumnya seperti di sebut diatas banyak sekali ahli yang mengemukakan tentang fungsi manajemen ini.

Misalnya George R. Terry. Dia menyebutkan bahwa fungsi manajemen terdiri dari :
  • Planning (Perencanaan)
  • Organizing (Pengorganisasian)
  • Actuating (Penggerakkan)
  • Controlling (Pengawasan)
Sedangkan Harold Koontz dan Cyril O’Donnel membagi fungsi manajemen menjadi :
  • Planning (Perencanaan)
  • Organizing (Pengorganisasian)
  • Staffing (Penyusunan Pegawai)
  • Directing (Pembinaan Kerja)
  • Controlling (Pengawasan).
Tidak jauh berbeda dengan pendapat para ahli di atas, Henry Fayol mengemukakan bahwa fungsi manajemen terdiri dari :
  • Planning (Perencanaan)
  • Organizing (Pengorganisasian)
  • Commanding (Pemberian Komando)
  • Coordinating (Pengkoordinasian)
  • Controlling (Pengawasan).
Ahli lain yang bernama Lyndall F. Urwick menambahkan pendapat Henry Fayol dengan Forecasting (Peramalan), sehingga urutannya menjadi :
  • Forecasting (Peramalan)
  • Planning (Perencanaan)
  • Organizing (Pengorganisasian)
  • Commanding (Pemberian Komando)
  • Coordinating (Pengkoordinasian)
  • Controlling (Pengawasan).
Selanjutnya Luther Gullick membagi fungsi manajemen menjadi :
  • Planning (Perencanaan)
  • Organizing (Pengorganisasian)
  • Staffing (Penyusunan Pegawai)
  • Directing (Pembinaan Kerja)
  • Coordinating (Pengkoordinasian)
  • Reporting (Pelaporan)
  • Budgeting (Anggaran).

Sistem Kurs Terkecil ( Pegged Exchange Rate System )

Adalah system kurs yang ditetapkan dengan cara mengaitkan nilai tukar mata uang suatu Negara dengan nilai tukar mata uang Negara lain atau sejumlah mata uang tertentu

Sistem Kurs Mengambang ( Floating Exchange Rate )

Adalah system kurs mengambang yang ditetapkan melalui mekanisme kekuatan permintaan dan penawaran pada bursa valas System kurs mengambang ada 2 yaitu :
  1. Clean Float yaitu system kurs mengambang secara murni dimana penentuan kurs valas terjadi tanpa campur tangan pemerintah
  2. Dirtry Float yaitu system kurs mengambang terkendali dimana penentuan kurs dibursa valas terjadi dengan campur tangan pemerintah yang mempengaruhi permintaan dan penawaran valas melalui berbagai kebijakan dibidang moneter, fiscal dan perdagangan luar negeri

Sistem Kurs Tetap atau Stabil ( Fixed Exchange Rate )

Adalah kurs yang telah ditetapkan suatu system moneter international dengan beberapa ketentuan pokok antara lain :

  • Sistem nilai tukar antara Negara anggota IMF harus tetap atau stabil
  • Kurs nilai tukar hanya boleh berfluktuasi atau bervariasi antara 1 sampai 2.5 % diatas atau dibawah kurs resmi
  • Setiap Negara anggota IMF dilarang menggunakan kebijakan devaluasi dalam memperbaiki posisi atau mengatasi deficit neraca pembayaran internationalnya

IBRD ( International Bank of Recontruction and Development )

Didirikan pada tahun 1944 bersama dengen IMF dengan tujuan utama adalah sebagai berikut :
  • Memberikan pinjaman dengan bunga rendah kepada berbagai Negara
  • Mendorong pembangunan ekonomi dengan tetap berlandaskan profit oriented

IMF ( International Moneter Fund )

Didirikan pada bulan Juli 1944 di Bretton World dalam konprensi financial dan Moneter PBB dengan tujuan :
  • Meningkatkan kerjasama masalah – masalah moneter
  • Memperluas perdagangan dan investasi dunia
  • Mengurangi pembatasan pemerintah terhadap lalu lintas pembayaran international
  • Menyediakan fasilitas kredit untuk mempertahankan stabilitas kurs bagi Negara yang mengalami kesulitan neraca pembayaran
  • Mengurangi pengaruh negative dari deficit dan surplus neraca pembayaran international
Sasaran pokok dari IMF adalah untuk meningkatkan bisnis international guna meningkatkan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat dinegara anggotanya

Sistem pembayaran international dapat dilakukan dengan menggunakan :
  1. Cash in advance / prepay men
  2. Open Account
  3. Private Compensation
  4. Letter of Credit
  5. Draft / Commercial Bill of Exchange
  6. Consignment / Konsinyasi
Cash in advance / prepay men

Adalah suatu cara pembayaran yang dilakukan pembeli / importer kepada penjual / eksportir sebelum barang dikapalkan pembayaran ini dilakukan secara tunai ·

Open Account

Adalah system pembayaran yang dilakukan kemudian setelah produk dikirim dan laku terjual atau setelah jangka waktu tertentu karena pembeli dan penjual sudah saling kenal dan percaya Dengan system ini penjual hanya mengirimkan faktur kepada pembeli untuk dibayar setelah jangka waktu tertentu

Private Compensation

Adalah suatu metode pembayaran international yang dilakukan antara pembeli dan penjual dengan jalan melakukan kompensasi penuh atau sebagian utang piutang baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga mengurangi atau meniadakan transfer valas

Letter of Credit ( L/C )
Adalah suatu surat pernyataan yang dikeluarkan oleh issuing bank atas permintaan Pembeli/Importer yang ditujukan kepada Penjual/Eksportir melalui advising bank dengan menyatakan bahwa issuing bank akan dibayar sejumlah uang tertentu apabila sarat – sarat yang ditetapkan dalam LC tersebut terpenuhi Sistem ini memiliki beberapa kelebihan :
  1. Adanya jaminan pembayaran bagi Eksportir / Penjual
  2. Adanya jaminan penerimaan barang bagi importer melalui perbankan yang akan menyerahkan pembayaran sesuai dengan sarat – sarat yang ditetapkan dalam LC
  3. Adanya fasilitas kredit eksportir atau importer melalui perbankan
Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam LC
  1. Sifat L/C, recovable atau inrecovable
  2. Tanggal Expire L/C
  3. Tanggal Pengapalan
Draft / Commercial Bill of Exchange

Adalah surat perintah tertulis dari seorang exporter ( drawer ) yang ditujukan kepada importer ( drawee ) atau agennya untuk melakukan pembayaran sejumlah tertentu dan pada jangka waktu tertentu kepada pihak yang ditunjuk

Consignment / Konsinyasi

Adalah cara pembayaran international yang dilakukan oleh importer setelah barangnya laku terjual kepada pihak ketiga Dengan system ini eksportir mempunyai resiko yang tinggi sehingga lebih banyak digunakan oleh perusahaan afiliasi dari perusahaan induk

Valas

Valas diartikan sebagai mata uang asing dan alat pembayaran lainnya yang digunakan untuk melakukan atau membiayai transaksi ekonomi dan keuangan international

Mata uang yang sering digunakan sebagai alat pembayaran dan kesatuan hitung dalam transaksi ekonomi dan keuangan international disebut Hard Currency ( Full Convertible ). Sedangkan Soft Convertible adalah mata uang lemah yang jarang digunakan sebagai alat pembayaran international

Cadangan devisa adalah total valas yang dimiliki oleh pemerintah dan swasta dari suatu Negara Cadangan devisa suatu Negara dikelompokan menjadi atas :
  1. Cadangan Devisa Resmi ( Official Forex Reserve ) Adalah suatu cadangan devisa milik Negara yang dikelola, dikuasai, diurus, dan ditata usahakan oleh Bank Sentral / Bank Indonesia
  2. Cadangan Devisa Nasional ( Country Forex Reserve ) Adalah seluruh devisa yang dimiliki oleh perorangan, badan atau lembaga, terutama perbankan yang secara moneter merupakan kekayaan nasional
Bursa ( Pasar Valas ) Adalah sebagai suatu tempat atau system dimana perorangan, perusahaan, dan bank dapat melakukan transaksi keuangan international dengan jalan melakukan pembelian dan penjualan

Fungsi Bursa Pasar Valas adalah :
  • Menyelenggarakan transaksi pembayaran international
  • Menyediakan fasilitas kredit jangka pendek untuk pembayaran international
  • Penyedia fasilitas pedging yaitu tindakan pengusaha atau pedagang valas untuk menghadiri resiko kerugian atau fluktuasi kurs valas
Tiga prinsip pokok dalam Bursa Valas :
  • Pengertian Kurs Jual dan Beli selalu dilihat dari sisi atau pihak bank atau pedagang valas
  • Kurs Jual selalu lebih tinggi dari Kurs Beli atau sebaliknya Kurs Beli selalu lebih rendah dari Kurs Jual
  • Kurs Jual atau Beli suatu mata uang ( Valas ) adalah sama dengan kurs beli / jual dari mata uang dari mata uang valas lawannya
Bank Devisa Adalah Bank Umum pemerintah dan swasta yang diijinkan oleh pemerintah untuk menjual, membeli, dan menyimpan serta menyelenggarakan lalu lintas pembayaran international

Spot Rate Adalah kurs valas yang berlaku ditempat tersebut untuk jangka waktu maximum 2 X 24 Jam [ ( t + 1 ) atau ( t + 2 ) ]

Spot Market Adalah bursa valas dimana dilakukan transaksi jual dan beli dengan kurs spot yaitu dalam waktu 2 x 24 Jam

Alat Pembayaran International

Devisa

Devisa adalah alat pembayaran yang diterima dalam lalu lintas pembayaran international

Seseorang atau suatu Negara dapat memiliki devisa dengan jalan
  • Mengeksport barang ke luar negeri
  • Menjual jasa kepada pihak asing
  • Menerima hasil dari investasi – investasi dari luar negeri seperti bunga, deviden
  • Menerima bantuan, pemberian atau pinjaman dari pihak asing atau warga Negara kita yang tinggal diluar negeri
Kita memerlukan devisa apabila :
  • Membeli barang dari luar negeri
  • Akan membayar bunga atau deviden kepada orang asing yang investasi di Negara kita
  • Akan membayar jasa dari luar negeri
  • Akan memberi bantuan kepada luar negeri, akan mengirimkan sumbangan kepada warga Negara kita diluar negeri

Proteksi

Adalah merupakan kebijakan pemerintah untuk melindungi industry dalam negeri terutama yang baru tumbuh dari saingan luar negeri

Alat proteksi antara lainQuota dan penjatahan import
  • Embargo
  • Pengendalian devisa
  • Preferensi Pemerintah
  • Keterangan Negara asal
  • Keharusan adanya merk dagang
  • Peraturan yang berbelit – belit
  • Peraturan anti dumping

Pemikiran – pemikiran yang pro proteksi

  • Memperbesar dan minimal mempertahankan produksi dan kesempatan kerja
  • Melindungi industry dalam negeri yang baru tumbuh
  • Melindungi tingkat upah dalam negeri
  • Untuk kepentingan program – program dalam negeri yang telah direncanakan
  • Untuk berbagai alasan kepentingan pertahanan nasional yang memerlukan perlindungan

Pemikiran – pemikiran yang menentang proteksi

  • Proteksi melindungi perdagangan international yang pada umumnya sangat menguntungkan konsumen
  • Proteksi membangkitkan inefisiensi karena industry yang kurang efisien terus dilindungi
  • Proteksi membatasi keleluasaan memilih bagi para konsumen
  • Membangkitkan gejala korupsi bagi para petugas pemerintah yang ada menghubungkan dengan para pengusaha yang diberi proteksi
  • Menghambat lancarnya hubungan international

Bea untuk Kas Negara (Revenue Tarif)

Adalah bea yang dipungut untuk pendapatan Negara dan merupakan pajak untuk mengisi kas Negara semata – mata

  • Infant Industri Tarif

Adalah tarif untuk melindungi industry dalam negeri yang masih muda dari saingan luar negeri

  • Tarif Pembalasan (Refresaille Tarif)

Adalah suatu pengenaan tarif untuk membalas tindakan Negara lain

  • Tarif untuk mencegah terjadinya pengurangan didalam negeri
  • Tarif untuk melindungi Perekonomian Dalam Negeri
  • Bea untuk menyamakan biaya produksi
  • Tarif untuk memperkuat industry yang penting bagi pertahanan Negara
  • Tarif untuk mencegah sama sekali masuknya barang – barang / jasa yang dianggap berbahaya terhadap Negara yang bersangkutan

Instrumen Non Tarif Barier (NTB)

adalah berbagai kebijakan perdagangan selain bea masuk yang dapat menimbulkan distorsi, sehingga mengurangi potensi manfaat perdagangan international

Pembatasan spesifik antara lain
  • Larangan impor secara mutlak
  • Pembatasan import atau quota system
  • Peraturan teknis untuk import produk tertentu
  • Peraturan kesehatan / karantina
  • Perinjinan Import
  • Embargo
Peraturan Bea Cukai antara lain
  • Tata laksana import tertentu
  • Penetapan Harga Pabean
  • Penetapan Kurs Valas Kwalitas dan test standar
  • Pungutan administrasi
Partisipasi Pemerintah antara lain
  • Kebijakan pengadaan pemerintah
  • Subsidi insentif eksport
  • Program Domestik

Menurut Tujuannya

Tarif produksi yaitu untuk pengenaan tarif bea masuk yang tinggi untuk mencegah / membatasi import barang tertentu

Tarif Revenue yaitu pengenaan tarif bea masuk yang bertujuan untuk meningkatkan penerimaan Negara

Menurut Fungsinya

  • Fungsi mengatur yaitu mengatur perlindungan kepentingan ekonomi industry dalam negeri
  • Fungsi Budgeter yaitu sebagai salah satu sumber penerimaan Negara
  • Fungsi Demokrasi yaitu penetapan besarnya tarif bea masuk melalui persetujuan DPR
  • Fungsi Pemerataan yaitu untuk pemerataan distribusi pendapatan nasional

Bea Harga

Keuntungan

  • Dapat mengikuti perkembangan tingkat harga
  • Terdapat deferencisi harga produk sesuai dengan kwalitasnya

Kerugian

  • Memberikan beban yang cukup berat bagi administrasi pemerintah khususnya bea cukai karena memerlukan data dan perincian harga
  • Sering menimbulkan perselisihan dalam menentukan harga untuk pertimbangan bea masuk antaran importer dengan bea cukai

Bea Spesifik

Keuntungan
  • Mudah dilaksanakan karena tidak memerlukan perincian harga barang
  • Dapat digunakan sebagai alat control produksi industry dalam negeri
Kerugian

  • Pengenaan tarif dirasakan barang tidak adil karena tidak membedakan harga / kwalitas barang
  • Hanya dapat digunakan sebagai alat control proteksi yang bersifat status

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda